Sepertinya tiap Selasa dan Kamis saya akan rutin menulis materi tafsir qur'an dan hadist yang saya ikuti, Insya Allah. Hari kedua ngaji kali ini masih diisi dengan materi pengantar hadist. Karena semua peserta belum punya kitabnya, maka kami hanya mencatat semua yang disampaikan Ustadz Husni. Berikut saya tulis seperti apa yang saya dengar.
Al-hadist bersinonim dengan al-sunnah yang berarti kebiasaan, dengan tambahan: ada muatan hukum / fiqihnya. Hadist sendiri telah ada sejak Rasulullah menerima wahyu, jadi masa-masa sebelum itu tidak termasuk dalam hadist hanya masuk dalam Shirah Nabawiyah saja (di antaranya kebiasaan Rasulullah menyepi dalam gua).
Rasul menyampaikan hadist dengan dua cara :
Pertama secara lisan, di mejelis laki-laki dan majelis perempuan.
Kedua dari perbuatan, maksudnya perbuatan beliau diriwayatkan oleh para sahabat.